4 hours ago · 6 min read1294 words · Food · hide · 0 comments

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini: Akhirnya, Saya Memutuskan Pergi ke Dokter Gizi Sebelumnya, saya sudah beberapa kali “menjalani” program diet. Mengapa ada tanda kurung di bagian “menjalani”, adalah karena saya nggak melakukan program dietnya berdasar ilmu. Ilmu yang saya dapat adalah berbagai metode dari internet. Tentu saya nggak menyalahkan metode-metode yang ada di internet tersebut; ada orang yang cocok, ada orang yang bisa tahan lama, sayangnya saya tidak. (Itu juga yang bikin saya memerlukan bantuan profesional.) Intermittent fasting pernah saya coba, hasilnya asam lambung. Never again berniat diet tapi ujungnya mual-mual sampai berasa mau mati. Pernah mencoba mengganti makanan dengan yang super sehat—alias rebus-rebusan, kukus-kukusan, dan salad—namun tentu saja tidak bertahan lama. Hambar dan membosankan. Ujungnya saya tetap kembali ke favorit saya, makanan tepung yang asin, gurih, dan pedas. Bagaimana dengan suplemen-suplemen yang banyak dijual di e-commerce? Kalau itu,…

No comments yet. Log in to reply on the Fediverse. Comments will appear here.